Moshi moshi.
\section{Keanehan Bentuk Tak Tentu dalam Analisis Vektor}
Andaikan ada sebuah vektor posisi
→r∈R3. Mungkin kita semua akan mengira bahwa ungkapan
3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3 itu bernilai nol untuk setiap
→r∈R3. Ternyata dugaan ini keliru, sebab apabila
→r=→0, maka ungkapan
3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3 tidaklah bernilai nol mengingat
3/0−3(0)/0 itu merupakan bentuk tak tentu. Pada kesempatan ini, saya akan menunjukkan hasil yang sebenarnya dari
3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3, yaitu bahwa ternyata
3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3=−4πδ(3)(→r)
di mana
δ(3) adalah delta Dirac pada ruang
R3.
Untuk menunjukkan kesamaan terakhir ini, mula-mula kita akan menghitung nilai
∇2(1/|→r|) untuk semua
→r∈R3.
Dengan analisis vektor dan kesepakatan penjumlahan Einstein untuk indeks berulang, kita peroleh bahwa
∇2(1/|→r|) =∂j∂j(xkxk)−1/2 =−∂j(xj(xkxk)−3/2) =−3(xkxk)−3/2+3xjxj(xkxk)−5/2 =3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3, di mana
xj didefinisikan sedemikan
→r:=xjˆxj dengan
{ˆxj | j∈{1,2,3}} adalah basis ortonormal, serta didefinisikan
∂j:=∂/∂xj. Di sini kita tidak dapat mengatakan bahwa
|→r|2/|→r|5=1/|→r|3, sebab apabila
→r=→0, ungkapan tersebut tidak berlaku, mengingat
0/0 adalah bentuk tak tentu.
Selanjutnya, kita akan mencoba menerapkan teorema Stokes, yaitu
∮∂V→A⋅d2→r=∫V∇⋅→Ad3→r.
Dengan memisalkan
→A:=∇(1/|→r|) dan
V:=R3, maka diperoleh
∫R3∇2(1/|→r|)d3→r=∮∂R3∇(1/|→r|)⋅d2→r.
Karena diketahui bahwa
d2→r:=ˆr|→r|2sinθdθ∧dϕ+ˆθ|→r|sinθdϕ∧d|→r|+ˆϕ|→r|d|→r|∧dθ
di mana
ˆr:=→r/|→r|,
θ:=arctan2(x3,√x21+x22),
ϕ:=arctan2(x1,x2),
ˆθ:=→eθ/|→eθ|,
ˆϕ:=→eϕ/|→eϕ|,
→eθ:=∂→r/∂θ, dan
→eϕ:=∂→r/∂ϕ, maka
∫R3∇2(1/|→r|)d3→r=−∫2π0∫π0sinθdθdϕ=−4π.
Terpaksa, kita anggap bahwa
∇2(1/|→r|)=αδ(3)(→r) di mana
α∈R adalah tetapan. Dari sifat delta Dirac, yaitu
∫R3δ(3)(→r)d3→r=1,
maka diperoleh
α=−4π, sehingga
∇2(1/|→r|)=−4πδ(3)(→r).
Karena tadi, kita peroleh bahwa
∇2(1/|→r|)=3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3,
maka akhirnya, terbuktilah bahwa
3|→r|2/|→r|5−3/|→r|3=−4πδ(3)(→r).
Sanctus, Sanctus, Dominus Deus Sabaoth.